Resep Sehat Rasulullah

Resep Sehat Rasulullah

Beberapa kajian ilmiah menyebutkan bahwa Rasulullah saw merupakan manusia tersehat di dunia. Kesimpulan ini tentunya tidak mengada-ada, sebab sejarah juga membuktikan bahwa selama hidupnya Rasulullah saw hanya sekali mengalami sakit, yaitu disaat-saat menjelang akhir hayat beliau. Realitas ini tentu menimbulkan decak kagum dan rasa penasaran, baik dikalangan ilmuwan muslim maupun non muslim.

Salah satu hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan menyebutkan, bahwa rahasia dibalik kesehatan Rasulullah saw adalah karena beliau rajin menjalankan ibadah terutama berpuasa. Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat pintar menjaga dan mengatur urusan makan (manajemen perut). Bahkan, dalam salah satu hadist yang terkenal menyebutkan bahwa beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Subhanallah.

Al-Bathnu Daa’ Wal Hamiyatu Aslud Dawaa’ (lambung adalah pusat berbagai macam penyakit dan puasa adalah obatnya). Itulah kesimpulan yang diperoleh setelah para dokter arab melakukan analisa tentang Ibadah Puasa, kesimpulan ini diakui kebenaran oleh para ahli kedokteran barat. Menahan makan atau minum dalam jangka waktu tertentu merupakan salah satu terapi penyembuhan.

Selain rajin melakukan Ibadah Puasa Rasulullah saw mempunyai resep sehat ala beliau yaitu terkait dengan manfaat dan keistimewaan Kurma dan air zam-zam.

A. Keistimewaan Air Zam-zam

Dalam sebuah hadist shalih yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa setelah Rasulullah saw meminum air zam-zam, lalu beliau bersabda: “air zam-zam” adalah minuman yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit”

Keyakinan bahwa air zam-zam penuh berkah sebagaimana diterangkan dalam Sabda Rasulullah tersebut, ternyata kebenarannya telah terbukti secara ilmiah. Berdasarkan berbagai penelitian, terbukti bahwa air zam-zam itu memiliki kandungan mineral kalsium, magnesium dan fluoride yang tinggi. Air zam-zam memiliki muatan ion-ion yang seimbang. Penelitian lainnya menyebutkan bahwa kualitas air zam-zam tidak berubah baik dilihat dari tekstur warna maupun baunya sekalipun disimpan dalam jangka waktu lama dan diletakkan dimanapun juga.

Kandungan Kalsium dan magnesium air zam-zam jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan konsumsi yang biasa kita minum. Kalsium didalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang di gigi. Selain itu juga berperan penting dalam reaksi pembentukan darah, dan reaksi ini sangat diperlukan selama proses penutupan luka dan penghentian aliran darah saat terjadi luka. Manfaat lain kalsium adalah sebagai media untuk terjadinya respon hormonal dan juga berfungsi sebagai salah satu katalisator kerja enzim.

Adapun magnesium merupakan mineral prima pengikat ion fosfat ini bereran di dalam proses metabolisme yang menghasilkan tenaga. Kebutuhan akan magnesium di dalam tubuh individu berkisar 300 – 450 mg/hari. Kekurangan magnesium dapat mengakibatkan terjadinya kelelahan yang bersifat kronis, dan kekurangan energi

B. Kurma

Sedangkan terkait dengan manfaat kurma sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah saw, para dokter lewat hasil penelitiannnya menyebutkan bahwa kurma memiliki banyak manfaat bagi manusia. Diantara manfaat kurma bagi manusia :

1. Kurma memiliki kandungan zat gula yang sangat besar, dan ini sangat dibutuhkan oleh tubuh

2. Kurma mudah dicerna, sehingga tidak memberatkan alat percernaan.

3. Kurma mengurangi rasa lapar dengan cepat, sehingga mengurangi dorongan untuk makan dalam porsi yang banyak. Dengan demikian pencernaan tidak dibebani oleh kerja berat.

4. Memberikan kesiapan pada lambung utnuk menerima makanan setelah beberapa lama lambung tidak terisi.

5. Mencegah penyakit maag yang biasa timbul karena pergantian jadwal makan.

6. Akanlinitas yang terkandung pada kurma dapat menetralisir asam kuat pada darah yang sering kali menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya seperti diabetes, rematik, ginjal, darah tinggi dan wasir.

Demikianlah, jika menerapkan “resep sehat ala Rasulullah saw” ini adalah disamping mendapatkan kesehatan sekaligus juga beribadah dengan mempraktekkan salah satu sunnah. Wallahu a’lam bishawab

Sumber : Hidayah edisi 56 tahun 5.

0 Responses

Poskan Komentar

abcs