Sepak Bola Indonesia

Presiden Minta Hasil Kongres Sepak Bola Ditanggapi

Presiden Minta Hasil Kongres Sepak Bola Ditanggapi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Wapres Boediono memberikan keterangan pers di gedung Sasana Manggala Praja sebelum bertolak ke Hanoi, Vietnam tentang sejumlah masalah nasional di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu (7/4). (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan rekomendasi dari Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) yang dilaksanakan di Malang, Jawa Timur akhir Maret lalu harus ditanggapi dan menjadi gerakan nasional untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.

"Saya telah menerima tujuh rekomendasi dari kongres yang menurut saya harus direspon, karena ini merupakan kehendak dari rakyat Indonesia dan akan menjadi gerakan nasional bagaimana ke depan nanti kita bisa meningkatkan sepak bola kita baik di forum domestik maupun internasional," kata Presiden dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdana Kesuma Jakarta, Rabu sebelum bertolak menuju Hanoi, Vietnam.

Dari rekomendasi yang dihasilkan KSN itu, Presiden menginstruksikan agar jajaran pemerintah daerah, seperti gubernur, bupati, dan walikota untuk melakukan langkah-langkah serius guna meningkatkan prestasi olahraga nasional.

"Untuk KONI dan PSSI saya harap bisa menerima rekomendasi itu dengan baik dan kemudian juga melakukan langkah-langkah pembaharuan dengan semestinya," katanya.

Tujuh rekomendasi Kongres Sepak Bola Indonesia (KSN) 30-31 Maret atau disebut dengan "Rekomendasi Malang" adalah PSSI perlu segera melakukan reformasi dan restrukturisasi atas dasar usul, saran, dan kritik serta harapan masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret sesuai aturan yang berlaku untuk mencapai prestasi yang diharapkan masyarakat.

Kedua, perlu adanya pembangunan dan peningkatan infrastruktur olah raga khususnya sepak bola, ketiga PSSI perlu meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinkronisasi dengan stakeholder terutama KONI dan pemerintah.

Keempat, dilakukan pembinaan sejak usia dini melalui penanganan secara khusus melalui pendekatan Iptek, dengan melibatkan tim yang terdiri dari dokter, psikolog, pemandu bakat dan pakar olah raga serta perlu segera disusun kurikulum standar nasional untuk penyelenggaraan Sekolah Sepak Bola, PPLP, dan PPLM Sepak Bola.

Kelima, metode pembinaan atlet pelajar/muda supaya juga memperhatikan pendidikan formalnya, keenam Pemerintah menyediakan anggaran dari APBN dan APBD untuk mendukung dan menunjang target dan pencapaian sasaran untuk menuju prestasi (karena dana APBD masih diperlukan untuk stimultan), dan tujuh perlu segera disusun dan dilaksanakan program pembinaan prestasi yang fokus kepada pembentukan tim nasional untuk menjadi juara dalam SEA Games 2011.
0 Responses

Poskan Komentar

abcs